• Jalan Suroto 9 Kotabaru Yogyakarta
  • (0274) 511314
  • perpus_jogja [at] yahoo [dot] co [dot] id




PENELUSURAN ARSIP FOTO TAK BERNAMA


Ada 36 arsip foto hasil dari akuisisi Bagian Umum dan Informasi Kota Yogyakarta yang harus didiskripsikan dan diolah sehingga foto tersebut nantinya dapat disimpan dan menjadi sebuah informasi. Dengan langkah-langkah mengumpulkan, mengamati satu persatu maka diketahui bahwa foto-foto tersebut berisi kumpulan prosesi dalam suatu upacara pemakaman. Foto-foto tersebut antara lain berupa foto dua peti jenazah, foto para pelayat atau penta’jizah ,foto jenazah disholatkan di masjid sebelum di makamkan, proses pemasukan jenazah ke liang lahat dan terdapat beberapa foto yang menunjukkan tulisan “ TOKO SRIMULYO “ Medari Sleman Yogyakarta. Dari situlah kami menelusuri arsip foto prosesi pemakaman dua jenazah tersebut.

Dari sebuah nama Toko Srimulyo Medari Sleman Yogyakarta tersebut, pada hari Jumat tanggal 5 Februari 2021 saya meluncur ke Medari, tepatnya di seberang pabrik PT. GKBI Medari, yang konon waktu itu merupakan pabrik kain mori yang cukup terkenal. Kami melakukan wawancara kepada masyarakat yang waktu itu sedang duduk bercengkerama di depan warung klontong. Saya menunjukkan beberapa foto, dan ada titik terang setelah bapak-bapak dan ibu melihat foto yang kami perlihatkan yaitu foto yang ada tulisan Toko Srimulya, dan foto dua peti jenazah. Dari situ, mulai nampak ada titik terang untuk pendeskripsian dari 36 ( tiga puluh enam ) foto tersebut dan saya di beri petunjuk untuk bertemu dengan putra dari bapak yang proses pemakamannya nampak di foto. Pada hari senin tangal 8 Februari 2021, saya dapat menemui putranya yang bernama Ugeng Haryanto untuk kami minta keterangan lebih lanjut. Dari putranya tersebut, kami mendapatkan informasi yang lebih akurat. Beliau dengan keramahannya menjelaskan informasi yang kami butuhkan. Dari keluarga, sebelumnya tidak mendapatkan firasat apa-apa terkait musibah kecelakaan yang menimpa bapak dan kakaknya. Pada waktu itu, Bapak Bashori yang masih aktif menjadi anggota DPRD Kotamadya Yogyakarta dari Fraksi ABRI akan berangkat kerja mengendarai sepedah motor, berboncengan dengan putri sulungnya Sdr. Tutik yang akan mencari pekerjaan. Pada saat akan menyeberang jalan Magelang di depan rumahnya, tiba-tiba terjadi kecelakaan lalulintas dengan Bus Permadi yang tidak dapat terhindarkan.

Kejadian kecelakaan yang menewaskan bapak Bashori dan putrinya tersebut terjadi pada tanggal 29 bulan April tahun 1975, di depan rumahnya atau di depan Toko Srimulya jalan Magelang Medari Sleman. Tepatnya Beliau tinggal di Padukuhan Ganjuran RW 09 Caturharjo Sleman Yogyakarta. Bashori begitu nama panggilan kecilnya, dan setelah beliau mempunyai istri yang bernama Sumilah, maka sesuai adat jawa pada kurun waktu itu menjadi nama sepuhnya ( nama tua ) adalah Bashori Wignyo Sumarto. Dari perkawinanya dengan Ibu Sumilah dikaruniai lima orang anak, putri 3 orang dan laki-laki 2 orang. Pada waktu itu Bashori masih aktif di kepolisian dengan pangkat Mayor Polisi. Di tengah-tengah kesibukannya menjadi seorang perwira polisi, beliau juga dipercaya menduduki jabatan Anggota DPRD Kotamadya Dati II Yogyakarta, dan memasuki dua periode. Tidak hanya itu saja beliau masih diberi amanah memimpin menjadi ketua PBVSI Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tumpah ruah para penta’jizah menghadiri dan mengikuti prosesi upacara pemakaman, baik dari masyarakat sekitar, Sanak saudara, rekan Kepolisian, rekan di DPRD dan di hadiri oleh Para Pejabat Pemerintah Kotamadya dati II Yogyakarta. Hadir pula oleh walikotamadya Soedjono A.Y. Sebelum prosesi pemakaman, dua peti jenazah di bawa ke Masjid Al- Muttaqin Medari dan selanjutnya di bawa ke pemakaman keluarga Tegalsari Krasakkan Tempel Sleman Yogyakarta. Dari keterangan putranya tersebut, merasa bangga dan juga merasa senang telah dimintai keterangannya dan perhatian dari pemerintah Kota Yogyakarta yang telah mendokumentasikan prosesi upacara pemakan, merawat dan menyimpan arsip foto tersebut dengan baik.