• Jalan Suroto 9 Kotabaru Yogyakarta
  • (0274) 511314
  • perpus_jogja [at] yahoo [dot] co [dot] id




Diskusi Buku "Foodpreneur: Bikin Sekarang Bisnis Makananmu"

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, sebagai tempat belajar sepanjang hayat bagi masyarakat, selalu berupaya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan literasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya adalah kegiatan Diskusi Buku. Pada tahun 2021 ini, kegiatan diskusi buku dilakukan  sebanyak enam (6) kali dengan berbagai macam tema. Kegiatan ini merupakan diskusi interaktif dengan menghadirkan narsumber ahli yang kompeten sesuai tema yang dibahas, di mana buku menjadi bahan utama materi serta dimungkinkan menjadi sebuah diskusi menarik dengan berpijak dari tema buku tersebut. 

Bulan ini, diskusi buku dilaksanakan pada pada hari Senin, 15 Maret 2021 pukul 09.00 – 11.00 WIB. Kegiatan dilaksanakan  melalui zoom meeting, berpusat di area BIANCA (Bank Indonesia Corner Untuk Anda) Perpustakaan Kota Yogyakarta. Adapun buku yang didiskusikan berjudul “Foodpreneur: Bikin Sekarang Bisnis Makananmu” karya Astri Widyanari, Yogyakarta: DB First, 2016. Diskusi menghadirkan narasumber Bapak Choliq Nugroho Adji dari Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, yang mengangkat sub tema “Percepatan Penguatan Sosial Ekonomi Masyarakat Melalui Peningkatan Literasi”, dan Ibu Vivi Ferdyanta Mara’tul Umah, S.Pd. dari Komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) yang mengupas tuntas buku yang didiskusikan. Adapun moderator diskusi ini adalah Ibu Nurlia Rahmawati, A.Md., pustakawan DPK Kota Yogyakarta.

Sasaran kegiatan diskusi buku bulan ini adalah masyarakat di wilayah Kota Yogyakarta (warga kelurahan Prawirodirjan, pengelola kampung baca di Kota Yogyakarta, kepala sekolah, guru dan pengelola perpustakaan SD/MI di Kota Yogyakarta) kurang lebih sejumlah 100 partisipan. Diskusi ini membahas berbagai hal yang berkaitan dengan bisnis makanan, mulai dari analisis usaha, pemilihan menu, manajemen SDM, SOP, perizinan, administrasi, dan promosi.  Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan wawasan peserta mengenai wirausahawan makanan atau foodpreneur. Terlebih saat ini pemberdayaan masyarakat merupakan issue penting dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi.