• Jalan Suroto 9 Kotabaru Yogyakarta
  • (0274) 511314
  • perpus_jogja [at] yahoo [dot] co [dot] id




LAYANAN ALTERNATIF PERPUSTAKAAN SELAMA PANDEMI COVID-19

 

Pandemi Covid-19 belum usai di negeri Indonesia ini.Banyak sekali sektor pemerintahan dan sektor ekonomi yang mengalami perubahan baik dari segi finansial maupun manajemen kinerjanya. Dampaknya juga berimbas pada bidang perpustakaan. Perpustakaan umum yang merupakan salah satu sektor pemerintahan dalam pelayanan publik terhadap masyarakat.

Fungsi perpustakaan sesuai amanat UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, yaitu sebagai wahana pendidikan, penelitian, informasi, pelestarian, dan rekreasi, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Dapat dikatakan, perpustakaan berperan sebagai pusat belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat.

Perpustakaan sebagai penyedia informasi bagi masyarakat dan pemustaka dalam masa pandemi tetap harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Situasi dan kondisi dimasa pandemi yang berbeda dengan sebelum pandemi. Pada masa pandemi dimana masyarakat diharuskan melakukan aktivitas dari rumah, termasuk belajar/kuliah dari rumah, akan merubah metode pelayanan perpustakaan yang semula dilakukan secara langsung. Pelayanan perpustakaan harus dilakukan secara online, baik pelayanan sumber informasi maupun pelayanan administrasi.

Layanan perpustakaan yang umumnya dimanfaatkan oleh pemustaka di antaranya layanan sirkulasi dan referensi, biasanya diakses secara langsung dengan mendatangi gedung perpustakaan. Namun saat pandemi sekarang ini, perpustakaan dituntut untuk mengembangkan layanan perpustakaan agar dapat melayani pemustaka sebagaimana kondisi normal.

Pandemi ini yang mengharuskan setiap pemustaka harus menjaga jarak dengan yang lainnya agar tidak terjadi penularan. Seiring berjalannya waktu, sudah menjadi suatu kebiasaan melakukan kegiatan-kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan. Perpustakaan umum tak bisa lagi menampung pemustaka hingga seluruh rungan terisi penuh, sekarang hanya bisa melayani setengah dari jumlah pemustaka yang biasanya terisi penuh.

Perpustakaan Kota Yogyakarta yang selalu aktif mengembangkan inovasi layanannya dengan menyesuaikan keadaan pada saat ini. Ada beberapa layanan Perpustakaan Kota Yogyakarta yang bisa menjadi alternatif untuk memanjakan pemustaka, antara lain:

1.      Layanan Lolita

Layanan Lolita ini merupakan layanan perpanjangan buku melalui whatsapp atau sms ke nomor hotline Perpustakaan Kota Yogyakarta.

2.      Layanan Saparatu

Layanan Saparatu merupakan layanan peminjaman dan pengembalian buku dengan sistem drive-thru sehingga pemustaka tidak perlu masuk kedalam ruangan peprustakaan.

3.      Layanan Jamila

Layanan Jamila juga merupakan layanan antar peminjaman buku dengan cara memesan buku yang akan dipinjam dengan ketentuan pemesanan minimal 1 hari sebelum jadwal pengantaran buku.

 

Perpustakaan Kota Yogyakarta juga terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, tak melulu hanya peminjaman buku saja. Namun media sosial juga bisa dijadikan solusi untuk pemberian informasi kepada pemustaka. Pembuatan konten berbentuk infografis atau rangkuman sebuah informasi penting yang kemudian dibagikan melalui jejaring media sosial instagram, facebook, dan twitter. Pustakawan juga bisa melakukan pembuatan video yang memuat informasi menarik yang kemudian diunggah ke channel youtube. Serta pembuatan artikel dan berita-berita yang selalu diperbaharui setiap harinya melalui website perpustakaan.

Perpustakaan Kota Yogyakarta terus melakukan inovasi terbaru walaupun di masa keterbatasan sosial melanda seperti saat ini. Tujuannya yaitu selalu berupaya memberikan layanan prima kepada masyarakat.  Perpustakaan juga dituntut agar pemustaka yang menginginkan informasi dapat mengaksesmelalui genggaman ponsel dan dapat dimanfaatkan kapan saja dan dimana saja. Pandemi covid-19 ini menjadi pelajaran bagi perpustakaan agar kedepannya perpustakaan menyediakan koleksi digital yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh pemustaka. Semoga pandemi tidak menjadi penghalang perpustakaan dan pustakawan berinovasi menciptakan hal baru yang berguna bagi pemustaka dalam mencari informasi.